Categories
Agribisnis

Bersinergi Wujudkan Perlindungan Tanaman yang Benar

Pestisida menjadi pilihan pertama banyak petani untuk melindungi tanaman dari serangan OPT. Menurut Agung Kurniawan, Direktur Eksekutif CropLife Indonesia, petani dengan tingkat pengetahuan yang terbatas menjadi pengguna pestisida terbesar di Asia.

Pestisida yang sejatinya racun sering kali diinterpretasikan petani sebagai obat. Di samping itu, pestisida juga perlu penanganan ekstra hati-hati. “Meningkatkan pengetahuan tidak bisa dilakukan secara instan dalam waktu satu-dua hari. Itu menjadi tugas kita bersama,” paparnya pada seminar dan workshop Internasional “Innovation of Friendly-Environmental Pesticides to Support Food Self-Sufficiency” belum lama ini, di Pati, Jawa Tengah.

Menurut Agung, CropLife Indonesia bersinergi dan berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian untuk memberikan edukasi tentang penggunaan produk perlindungan tanaman yang baik dan benar. Aso siasi yang beranggotakan 8 perusahaan perlindungan tanam multinasional ini juga memiliki beberapa fokus kegiatan dalam mendukung penggunaan produk perlindungan tanaman yang aman dan bertanggung jawab, yaitu stewardship, antipemalsuan produk, dan pengelolaan resistensi pestisida.

Agung juga kembali mengingatkan “5 AturanEmas Penggunaan Produk Perlindungan Tanaman”. Yakni, mema hami label, menangani secara hati-hati, merawat sarana penyemprot (sprayer) dengan baik, senantiasa membersihkan diri, dan mengenakan alat pelindung diri (APD).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *